
- Tangki Pelarutan. Yang pertama dilakukan Proses Pembuatan Yakult, yaitu bahan-bahan utamanya seperti air, glukosa, susu bubuk skim dicampurkan menjadi satu dan ditampung ke dalam tangki pelarut.
- Tangki Pembibitan. Bakteri Lactobacillus casei Shirota strain terlebih dulu disiapkan dan dikembangbiakkan ke dalam tangki pembibitan ini.
- Tangki fermentasi. Kemudian bakteri Lactobacillus casei Shirota strain dijadikan satu dengan campuran pertama dari air, glukosa, susu bubuk skim tadi. Ke dalam tangki fermentasi dengan suhu 37?C selama 6 sampai 9 hari.
- Dilanjutkan dengan proses homogenizer dengan pengawasan yang ketat.
- Tangki Pencampur. Hasil dari tahapan di atas (proses homogenizer) ditambah dengan sirup dan disimpan di dalam tangki pencampuran.
- Tangki Penampung. Selanjutnya proses dicampur kembali dengan air yang telah sterilisasi dan ditampung dalam tangki.
- Mesin Pembuat Botol. Sebagai penjamin higienitas dari produk ini, pembuatan botol dilakukan oleh Yakult Indonesia sendiri. Dari kemasan botolnya juga telah diberi informasi tentang kandungan nutrisinya,masa kedaluarsa yakult, dan lainnya.
- Mesin Pengisi. Sesudah minuman yakult telah siap, di isikan ke dalam botol. Pengisian minuman yakult ini pun juga dilakukan oleh mesin untuk menjamin higienitasnya.
- Mesin Pengepakan. Botol-botol yang telah terisikan selanjutnya dikemas, dengan satu packingnya ada 5 yakult.
- Ruang Pendingin. Setelah selesai dikemas, botol yang berisikan yakult tersebut disimpan dalam ruang pendingin. Guna menjamin kualitas dari minuman kesehatan ini. Untuk penyimpanannya sendiri harus di bawah suhu 10?C.